Agar Pembangunan Rumah Selesai Tepat Waktu

Pembangunan Rumah

Bangun rumah memang sedikit ribet belum harus urus izin pendirian bangunan, beli material, pikirkan konsep, beli lahan, sewa pekerja, dll, tapi dari sisi biaya jauh lebih hemat dibanding beli rumah apalagi pembangunan rumah cepat selesai. Bagaimana tidak?

Jika Anda menyewa sembari menunggu pembangunan rumah, Anda bisa menekan biaya sewa kedepannya kalau cepat pindah ke rumah baru. Begitu pula biaya pekerja yang tidak bakal merangkak naik karena pertambahan jam kerja. Oleh karenanya, ikuti trik berikut agar pembangunan rumah selesai tepat waktu:

Pekerja sudah profesional       

Pekerja sangat menentukan lama atau tidaknya pembangunan rumah selesai. Semakin profesional pekerja, waktu penyelesaian pembangunan rumah bakal semakin cepat. Tidak lain karena pekerja yang profesional telah memiliki pengalaman & pengetahuan yang mumpuni, ketika ada masalah yang menghambat ia tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Tahapan-tahapan pengerjaan pembangunan rumah pun sudah di luar kepala. Sebaliknya, pekerja yang tidak profesional masih meraba-raba, apa & bagaimana mengerjakan pembangunan rumah atau proses pengendalian masalah yang dihadapi di tengah pengerjaan pembangunan rumah sehingga waktu penyelesaian akan molor.

Pilih waktu pelaksanaan terbaik   

Penting bagi Anda untuk mempertimbangkan waktu pelaksanaan pembangunan rumah. Terdengar sepele, tapi waktu pelaksanaan sangat menentukan durasi penyelesaian pembangunan rumah. Disarankan untuk melakukan pembangunan rumah pada bulan April hingga Oktober bukan pada bulan Oktober sampai April. Mengapa? Karena pada bulan April hingga Oktober Indonesia mengalami musim kemarau.

Artinya, pembangunan rumah tidak akan molor karena pekerja harus mengulangi pekerjaan yang rusak karena guyuran/terpaan air hujan atau menunda pekerjaan karena alasan hujan deras. Hanya saja, Anda harus mempersiapkan air sebagai salah satu sarana penting dalam pembangunan misalnya dengan memasok air ke dalam tangki atau tandon air berukuran besar. memanfaatkan Jangan sampai pembangunan rumah pun terhambat karena kekeringan air.

Pastikan dana memadai

Pastikan dahulu dana yang dimiliki sudah cukup memadai untuk melakukan hingga menyelesaikan pembangunan rumah. Bahkan dianjurkan untuk merencanakan dana dengan baik mulai dari pembelian material bangunan yang bakal digunakan (besi beton, semen, pasir, karang, floor deck, wiremesh, besi UNP, atap metal, rangka atap baja ringan, atau lainnya), biaya konsumsi pekerja, sampai dengan pembayaran upah pekerja.

Semuanya pengeluaran kudu diketahui secara detail mulai dari jenis, kuantitas, & kualitas material bangunan, kuantitas dan apa saja konsumsi pekerja, serta sistem pembayaran upah untuk setiap pekerjaannya agar bisa mengetahui secara konkrit berapa dana yang harus dianggarkan. Jika total biaya yang dianggarkan jauh di atas dana yang dimiliki, bisa tunda atau pinjam dana untuk pembangunan rumah. Kalau dipaksakan, rumah tidak dapat diselesaikan bahkan terbengkalai hingga akhirnya rusak saja.

Bayar upah tepat & sesuai kesepakatan

Tujuan pekerja melaksanakan pembangunan rumah tidak lain untuk mendapatkan upah. Maka dari itu, tak heran kalau pekerja akan termotivasi untuk bekerja lebih maksimal, cepat, dan berkualitas kalau pemilik pembangunan rumah memperdulikan tenaga mereka dengan membayar upah tepat waktu & sesuai kesepakatan. Oleh karenanya, jangan sekali-kali molor saat pemberian upah kepada pekerja karena alasan apa pun.

Di samping akan membuat semangat kerjanya menurun sehingga pekerjaannya asal-asalan dan lambat selesai, pekerja pun tidak menutup kemungkinan bakal menyebarluaskan informasi ini ke sesame pekerja bangunan. Alhasil, ketika akan melakukan renovasi entah karena atap bocor, dinding atau lantai rentak, cat dinding pudar & mengelupas, dll, bakal sulit cari pekerja yang mau menerima tawaran Anda.

Usai dibangun, silakan baca juga cara meningkatkan penampilan rumah di sini.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *